Pesantren Darul Mursyid Gelar Tes Psikologi Minat dan Bakat (30 Juli 2026)

Rabu, 12 Agustus 2026 |  02:45:33 |   |  darulmursyid01
 

Komitmen Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid l dalam memberikan layanan pendidikan terbaik kembali diwujudkan melalui pelaksanaan Tes Psikologi Minat dan Bakat bagi santri baru. Bekerja sama dengan PT Grahita Indonesia.

Kepala Madrasah Pesantren Tsnawiyah Darul Mursyid Hendra Irwandi Siregar, mengatajan kegiatan ini di gelarl sebagai langkah awal untuk mengenali potensi, karakter, serta kemampuan setiap santri sejak memasuki jenjang pendidikan di pesantren.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Pesantren Darul Mursyid, Desa Sidapdap Simanosor, Kecamatan Saipar Lubang Dolok, Kabupaten Tapanuli Selatan Jumat 24 Juli 2026.

Hendra mengatakan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari program tahunan yang secara konsisten dilaksanakan untuk mendukung pembinaan santri secara menyeluruh. Tes psikologi ini tidak hanya mengukur tingkat kecerdasan, tetapi juga memetakan minat, bakat, gaya belajar, hingga karakter kepribadian santri.

“Melalui tes ini, para guru akan lebih mudah memahami potensi yang dimiliki setiap santri. Hasilnya akan menjadi dasar dalam merancang pembelajaran dan pelatihan, baik di bidang akademik maupun nonakademik, sehingga potensi mereka dapat berkembang secara maksimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh rangkaian tes berjalan dengan tertib dan lancar. Santri mengikuti setiap sesi asesmen dengan pendampingan langsung dari tim profesional PT Grahita Indonesia serta guru-guru Pesantren Darul Mursyid.

“Semoga hasil tes ini menjadi pijakan bagi kami untuk memberikan pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas serta mampu mengantarkan setiap santri meraih prestasi sesuai bakat dan kemampuannya,” tambah Hendra.

Sementara itu, Asesor PT Grahita Indonesia, Timmy Ashari, M.Psi., menjelaskan bahwa Grahita Indonesia merupakan lembaga psikologi terapan yang telah berdiri sejak 23 November 1996 dan memiliki komitmen dalam pelayanan pendidikan, bimbingan, pendampingan anak, remaja, keluarga, serta pengembangan sumber daya manusia.

Menurutnya, tes psikologi ini bertujuan membantu sekolah menentukan strategi pendidikan yang lebih efektif dan efisien, memadukan perkembangan peserta didik, serta meningkatkan motivasi belajar.

Asesmen dilakukan secara komprehensif melalui delapan aspek utama, yaitu perkembangan IQ, kecerdasan emosional, kemampuan belajar, dominasi fungsi otak, pola belajar, mata pelajaran yang dipelajari, efektivitas belajar, serta tipologi emosi dan kepribadian. Melalui gambar tersebut, sekolah memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai potensi setiap santri sehingga pelatihan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Drs Yusri Lubis selaku Direktur Pesantren Darul Mursyid yang juga hadir pada kegiatan tes minat bakat itu memaparkan bahwa manusia terlahir dengan potensinya masing-masing, inilah sesungguhnya yang terjadi dalam dunia pendidikan agar anak didik bisa menemukan potensi dan solusi terhadap masalah yang ia hadapi. Ia mengatakan, “karena itu, Pesantren Darul Mursyid melaksanakan tes psikologi minat dan bakat bagi santri, khususnya kelas tujuh.

Lanjut Yusri, Pelaksanaan tes psikologi minat dan bakat ini menjadi bukti nyata bahwa Pesantren Darul Mursyid tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga berkomitmen mengembangkan potensi, karakter, dan bakat setiap santri. Dengan mengenali kemampuannya sejak dini, pesantren optimis mampu melahirkan generasi yang unggul, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Terpisah, Ja'far Syahbudin Ritonga selaku Ketua Pembina Pesantren Darul Mursyid, ia juga sekaligus sebagai Wakil Bupati Tapanuli Selatan saat ini memaparkan bahwa pelaksanaan tes minat dan bakat ini insya Allah banyak memberi dampak positif bagi kemajuan Pesantren Darul Mursyid. Ia mengatakan bahwa program ini sangat baik untuk para santri guna menggali potensi diri sehingga bisa lebih maju dan mengetahui kelemahan yang ada dalam diri kita. Ungkapannya seraya berkata “Semakin banyak kita menggali potensi diri, maka akan banyak kemungkinan kita akan memperbaiki kinerja, dan semakin banyak juga kita mengenal kelemahan diri tentu akan lebih banyak berbuat untuk menutupi kelemahan itu,” tutur alumni S3 USM Malaysia itu.